BERBAGI KOMPETENSI CERDASKAN BANGSA

Selasa, 13 September 2011

RPP PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK SEMESTER 1 KELAS XII

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(1)

NAMA SEKOLAH : SMA / SMK
MATA PELAJARAN : AGAMA KATOLIK
KELAS/PROGRAM : XII / IA/IS
SEMESTER : GASAL
TAHUN PELAJARAN : 2009/2010
ALOKASI WAKTU : 2 X 45 MENIT


I. STANDAR KOMPETENSI
Memahami makna firman Allah,ajaran Yesus dan ajaran Gereja dalam mengembangkan kehidupan bersama-sama dengan kehendak Allah.

II. KOMPETENSI DASAR
Siswa mampu dan bersedia berjuang untuk menegakkan keadilan, kejujuran, kebenaran, perdamaian dan keutuhan ciptaan sesuai dengan iman dan perannya.

III. MATERI PEMBELAJARAN
Memperjuangkan Keadilan:
1. Fakta-fakta ketidakadilan
2. Analisis sebab akibat ketidakadilan
3. Arti dan makna keadilan
4. Kutipan Kitab Suci (Am 5:7-13 dan Mat 7:12)
5. Panggilan Gereja untuk memperjuangkan keadilan.

IV. PROSES PEMBELAJARAN
1. Doa Pembukaan
2. Mengamati berbagai kasus ketidakadilan di tanah air
• Mengamati cerita bergambar (tanah kami)
• Mendalami isi dan pesan
• Masukan dari guru tentang : kasus-kasus ketidakadilan
3. Menyoroti ketidakadilan dalam terang Kitab Suci (Am 5:7-13) tentang “melawan perkosaan keadilan”
• Berdialog mendalami isi/pesan dari cerita Kitab Suci
• Masukan dari guru
4. Mengamati dan mendalami perjuangan Keadilan
5. Mendalami pola pendekatan untuk menegakkan keadilan bagi mereka yang tertindas
6. Pendalaman dan tekad
• Siswa diajak untuk membaca dan mendengarkan cerita “Perjuangan Marsinah”
7. Doa Penutup.

V. METODE / SARANA
1. Metode : Cerita, Tanya jawab, Diskusi, Informasi dan Penugasan
2. Sarana : Cerita bergambar “Tanah Kami” Kitab Suci, buku siswa

VI. LIFE SKILL
Menggali informasi, memecahkan masalah, mengambil keputusan, komunikasi lisan.

VII. PENILAIAN
1. Jenis tagihan : ulangan harian, ulangan blok, tugas kelompok
2. Bentuk soal : uraian bebas, laporan
3. Soal:
a. Amatilah kasus-kasus ketidakadilan yang sangat menonjol di lingkungan mu ! mengapa hal itu terjadi ?
b. Apakah ada ketidakadilan didalam gereja sejauh pengamatan mu ? mengapa kiranya yang dapat kalian berikan untnk mengatasi masalah tersebut ?


Semarang, ...............
Mengetahui Kepala Sekolah SMA ...... Semarang Guru Agama Katolik



......... .............. NIP. ....... NIP. ...............


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA / SMK
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XII / 1
Pertemuan ke : 2
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standart Kompetensi : Memahami makna firman Allah, ajaran Yesus dan ajaran gereja dalam mengembangkan kehidupan bersama sesuai kehendak Allah, sehingga mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar : Siswa mampu dan bersedia berjuang untuk menegakkan keadilan, kejujuran , kedamaian dan keutuhan ciptaan sesuai dengan iman dan perannya.

I. INDIKATOR:
1. Menyebutkan fakta kebohongan, rekayasa dan manipulasi
2. Menyebutkan dan menjelaskan bentuk kebohongan
3. Menjelaskan makna firman Tuhan ke delapan

II. MATERI AJAR:
Memperjuangkan Kebenaran:
1. Fakta kebohongan
2. Bentuk kebohongan
3. Analisis sebab akibat kebohongan
4. Arti dan makna firman Tuhan kedelapan
5. Memperjuangkan kebenaran

III. METODE PEMBELAJARAN : Sharing, Dialog/Tanya jawab, Diskusi, Informasi, Penugasan.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa untuk memulai pelajaran dengan doa.
b. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai pada siswa.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk membaca cerita tentang “Berbohong”
b. Mendalami bersama isi cerita tersebut
c. Masukan dari Guru tentang bentuk-bentuk, sebab-sebab, dan akibat kebohongan.
d. Guru mengajak siswa untuk mendalami dusta dan kebenaran menurut Kitab Suci (Kel 23:1-3; Ul 16:19; Yak 3:1-6;Mat 5:37)

3. Kegiatan Akhir:

a. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa

V. ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR: Buku Siswa Perutusan Murid-Murid Yesus Kelas XII , Kitab suci,

VI. PENILAIAN : Tertulis / Uraian:

1. Sebutkan fakta kebohongan, rekayasa dan manipulasi yang terjadi dalam masyarakat!
2. Sebutkan dan menjelaskan bentuk-bentuk kebohongan itu!
3. Jelaskan makna firman Tuhan ke delapan!

Semarang, ...............
Mengetahui Kepala Sekolah SMA ...... Semarang Guru Agama Katolik



......... .............. NIP. ....... NIP. ...............


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA / SMK

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XII / 1
Pertemuan ke : 3
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standart Kompetensi : Memahami makna firman Allah, ajaran Yesus dan ajaran gereja dalam mengembangkan kehidupan bersama sesuai kehendak Allah, sehingga mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar : Siswa mampu dan bersedia berjuang untuk menegakkan keadilan, kejujuran , kedamaian dan keutuhan ciptaan sesuai dengan iman dan perannya.

I. INDIKATOR:
1. Menyebutkan fakta ketidakjujuran
2. Menganalisis sebab dan akibat ketidakjujuran
3. Menjelaskan arti kejujuran
4. Menganalisis ketidakjujuran dan kejujuran dalam terang Kitab Suci.
5. Menyebutkan usaha untuk memperjuangkan kejujuran.

II. MATERI AJAR:
Memperjuangkan Kejujuran:
1. Fakta ketidakjujuran
2. Sebab dan akibat ketidakjujuran
3. Arti dan makna ketidakjujuran
4. Ketidakjujuran dan kejujuran dalam terang Kitab Suci
5. Usaha memperjuangkan kejujuran

III. METODE PEMBELAJARAN : Sharing, Dialog/Tanya jawab, Diskusi, Informasi, Penugasan.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa untuk memulai pelajaran dengan doa.
b. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai pada siswa.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk menulis tentang jati dirinya dalam selembar kertas kemudia ditukarkan pada temanya
b. Guru meminta untuk membaca apa yang telah ditulis temannya
c. Masukkan dari guru tentang ketidakjujuran dalam masyarakat yaitu bentuk-bentuk ketidakjujuran, alasan dan akar ketidakjujuran serta akibat ketidakjujuran
d. Memahami bersama ketidakjujuran dalam terang Kitab Suci (Luk 11:42-43 ; Mat 23:13-14; 27-28)
e. Masukan dari guru tentang arti dan makna kejujuran dan memperjuangkan kejujuran

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa

V. ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR: Buku Siswa Perutusan Murid-Murid Yesus Kelas XII , Kitab suci,


VI. PENILAIAN : tertulis / uraian:

1. Sebutkan fakta-fakta ketidakjujuran itu!
2. Uraikan sebab dan akibat ketidakjujuran!
3. Jelaskan arti dari kejujuran!
4. Jelaskan ketidakjujuran dan kejujuran dalam terang Kitab Suci!
5. Sebutkan usaha untuk memperjuangkan kejujuran!



Semarang, ...............
Mengetahui Kepala Sekolah SMA ...... Semarang Guru Agama Katolik



......... .............. NIP. ....... NIP. ...............


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan : SMA / SMK

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XII / 1
Pertemuan ke : 4
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standart Kompetensi : Memahami makna firman Allah, ajaran Yesus dan ajaran gereja dalam mengembangkan kehidupan bersama sesuai kehendak Allah, sehingga mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar : Siswa mampu dan bersedia berjuang untuk menegakkan keadilan, kejujuran , kedamaian dan keutuhan ciptaan sesuai dengan iman dan perannya.

I. INDIKATOR:
1. Menganalisis sebab akibat pertikaian
2. Menjelaskan makna damai menurut ajaran Yesus Kristus
3. Menyebutkan usaha untuk memperjuangkan perdamaian
4. Menyebutkan hambatan dalam memperjuangkan perdamaian.

II. MATERI AJAR:
Memperjuangkan Perdamaian dan Persaudaraan sejati:
1. Sebab dan akibat pertikaian
2. Ajaran Yesus tentang perdamaian
3. Usha memperjuangkan perdamaian dan persaudaraan
4. Hambatan dalam memperjuangkan perdamaian dan persaudaraan

III. METODE PEMBELAJARAN : Sharing, Dialog/Tanya jawab, Diskusi, Informasi, Penugasan.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa untuk memulai pelajaran dengan doa.
b. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai pada siswa.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk mendalami berbagai pertikaian dan perang yang terjadi didunia ini.
b. Masukan dari guru tentang fakta-fakta pertikaian dan perang, alasan dan akibat pertikaian dan perang
c. Guru mengajak siswa mendalami kedamaian dalam terang Kitab Suci ( Yoh 14:27; Mzm 37:11-37)
d. Masukan dari guru tentang memperjuangkan perdamaian dan persaudaraan sejati

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru memberi tugas siswa untuk menyusun doa bagi perdamaian danpersaudaraan sejati
b. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa

V. ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR: Buku Siswa Perutusan Murid-Murid Yesus Kelas XII , Kitab suci,

VI. PENILAIAN : tertulis uraian:


1. Uraiakan sebab akibat pertikaian itu!
2. Jelaskan makna damai menurut ajaran Yesus Kristus!
3. Sebutkan usaha untuk memperjuangkan perdamaian !
4. Sebutkan hambatan dalam memperjuangkan perdamaian!



Semarang, ...............
Mengetahui Kepala Sekolah SMA ...... Semarang Guru Agama Katolik



......... .............. NIP. ....... NIP. ...............

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan : SMA / SMK

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XII / 1
Pertemuan ke : 5
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standart Kompetensi : Memahami makna firman Allah, ajaran Yesus dan ajaran gereja dalam mengembangkan kehidupan bersama sesuai kehendak Allah, sehingga mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar : Siswa mampu dan bersedia berjuang untuk menegakkan keadilan, kejujuran , kedamaian dan keutuhan ciptaan sesuai dengan iman dan perannya.

I. INDIKATOR:
1. Mengungkapkan keindahan dan keharmonisan lingkungan hidup
2. Mengungkapkan dan menjelaskan manfaat dari unsur-unsur lingkungan hidup
3. Menjelaskan makna dari Kej 1:1-24
4. Mengungkapkan rasa syukur terhadap lingkungan hidup..

II. MATERI AJAR:
Lingkungan Hidup yang Indah dan Harmonis:
1. Keindahan dan keharmonisan lingkungan hidup
2. Manfaat lingkungan hidup
3. Kisah ciptaan Kej 1:1-24
4. Syukur terhadap Lingkungan Hidup

III. METODE PEMBELAJARAN : Sharing, Dialog/Tanya jawab, Diskusi, Informasi, Penugasan.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa untuk memulai pelajaran dengan doa.
b. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai pada siswa.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru dan siswa mengamati keindahan dan keharmonisan lingkungan hidup
b. Masukan dari guru tentang keindahan dan keharmonisan alam lingkungan kita
c. Mendalami bersama tentang makna tanah bagi lingkungan hidup kita
d. Mendalami bersama manfaat tanaman
e. Mendalami lingkungan dalam terang Kitab suci

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa

V. ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR: Buku Siswa Perutusan Murid-Murid Yesus Kelas XII , Kitab suci,

VI. PENILAIAN : Tugas Kelompok, Ulangan harian

1. Ungkapkan dan jelaskan manfaat dari unsur-unsur lingkungan hidup!
2. Jelaskan makna dari Kej 1:1-24!
3. Ungkapkan rasa syukur terhadap lingkungan hidup melalu bentuk doa!


Semarang, ...............
Mengetahui Kepala Sekolah SMA ...... Semarang Guru Agama Katolik



......... .............. NIP. ....... NIP. ...............

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan : SMA / SMK

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XII / 1
Pertemuan ke : 6
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standart Kompetensi : Memahami makna firman Allah, ajaran Yesus dan ajaran gereja dalam mengembangkan kehidupan bersama sesuai kehendak Allah, sehingga mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar : Siswa mampu dan bersedia berjuang untuk menegakkan keadilan, kejujuran , kedamaian dan keutuhan ciptaan sesuai dengan iman dan perannya.

I. INDIKATOR:
1. Menyebutkan fakta pencemaran dan kerusakan lingkungan
2. Menjelaskan sebab dan akibat perusakan lingkungan hidup
3. Melakukan usaha pelestarian lingkungan

II. MATERI AJAR:
Perusakan dan Pelestarian Lingkungan Hidup:
1. Fakta kerusakan lingkungan hidup
2. Sebab dan akibat perusakan lingkungan hidup
3. Kitab Kej 1
4. Tokoh pejuang

III. METODE PEMBELAJARAN : Sharing, Dialog/Tanya jawab, Diskusi, Informasi, Penugasan.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa untuk memulai pelajaran dengan doa.
b. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai pada siswa.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk mengamati dan mendalami pencemaran dan perusakan lingkungan
b. Guru memberi masukan secara dialogis tentang pencemaran dan perusakan lingkungan hidup
c. Siswa diajak untuk mendalami berbagai akibat dari pencemaran dan perusakan lingkungan hidup
d. Mendalami pesan Kitab Suci bagi manusia yang sering merusak alam lingkungan
e. Mendalami bersama perjuangan melestarikan lingkungan hidup

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa

V. ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR: Buku Siswa Perutusan Murid-Murid Yesus Kelas XII , Kitab suci,

VI. PENILAIAN : tertulis / uraian.

1. Sebutkan fakta pencemaran dan kerusakan lingkungan!
2. Jelaskan sebab dan akibat perusakan lingkungan hidup!
3. Jelaskan usaha- usaha melestarikan lingkungan hidupmu!

Semarang, ...............
Mengetahui Kepala Sekolah SMA ...... Semarang Guru Agama Katolik



......... .............. NIP. ....... NIP. ...............


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan : SMA / SMK

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XII / 1
Pertemuan ke : 7
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standart Kompetensi : Memahami makna firman Allah, ajaran Yesus dan ajaran gereja dalam mengembangkan kehidupan bersama sesuai kehendak Allah, sehingga mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar : Siswa mampu menghargai dan bersedia berdialog serta bekerjasama dengan umat beragama atau kepercayaan lain.

I. INDIKATOR:
1. Menjelaskan terjadinya perpecahan dalam Gereja, sehingga timbul Protestantisme!
2. Menyebutkan macam-macam Gereja Kristen di Indonesia!
3. Menjelaskan persamaan dan perbedaan Gereja Katolik dan Protestan.
4. Menganalisis Dekrit Konsili Vatikan tentang Ekumene!
5. Menyebutkan bentuk-bentuk kegiatan membangun dialog dengan umat Kristen.

II. MATERI AJAR:
Berdialog dengan Umat Kristen Protestan:
1. Timbulnya Protestanisme.
2. Persamaan dan Perbedaan antara Gereja Katolik dan Protestan.
3. Gereja-gereja Kristen di Indonesia.
4. Dekrit Konsili Vatikan II tentang Ekumene.
5. Kegiatan yang membangun dialog.

III. METODE PEMBELAJARAN : Sharing, Dialog/Tanya jawab, Diskusi, Informasi, Penugasan.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa untuk memulai pelajaran dengan doa.
b. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai pada siswa.
c. Pretes untuk penjajagan.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk membaca dan mendengarkan cerita serta mengungkapkan pengalaman tentang hubungan antara umat Katolik dan umat Protestan melalui cerita “Yesus menonton Pertandingan Sepak Bola”.
b. Masukan / informasi dari guru tentang sejarah perpecahan gereja.
c. Diskusi mendalami ciri-ciri khas protestanisme dan perbedaannya dengan Gereja Katolik.
d. Guru memberikan masukan secara dialogis(jika diperlukan)
e. Siswa diajak untuk membaca dan mendengarkan kutipan dari “Dekrit tentang Ekumene” artikel 4.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru memberi tugas para siswa untuk menyusun sebuah doa ekumenis.
b. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa yang telah disusun siswa.

V. ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR: Buku Siswa Perutusan Murid-Murid Yesus Kelas 3 , Kitab suci, Konsili Vatikan II Dekrit tentang Ekumene.

VI. PENILAIAN : Unjuk kerja




Semarang, ...............
Mengetahui Kepala Sekolah SMA ...... Semarang Guru Agama Katolik



......... .............. NIP. ....... NIP. ...............


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan : SMA / SMK

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XII / 1
Pertemuan ke : 8
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standart Kompetensi : Memahami makna firman Allah, ajaran Yesus dan ajaran gereja dalam mengembangkan kehidupan bersama sesuai kehendak Allah, sehingga mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar : Siswa mampu menghargai dan bersedia berdialog serta bekerjasama dengan umat beragama atau kepercayaan lain.

I. INDIKATOR:
1. Menyebutkan beberapa pokok penting ajaran Islam.
2. Menjelaskan pandangan Gereja Katolik tentang Islam.
3. Menjelaskan macam-macam dialog antara umat Katolik dengan umat Islam.
4. Melakukan usaha yang membangun persaudaraan antara umat Gereja Katolik dan Umat Islam.

II. MATERI AJAR:
Berdialog dengan Umat Islam:
1. Beberapa pokok penting ajaran Islam.
2. Pandangan Gereja Katolik tentang Islam.
3. Cara-cara dialog antara umat Katolik dan Islam.
4. Melakukan usaha yang membangun persaudaraan antara Umat Katolik dengan Umat Islam.

III. METODE PEMBELAJARAN : Sharing, Dialog/Tanya jawab, Diskusi, Informasi, Penugasan.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa untuk memulai pelajaran dengan doa.
b. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai pada siswa.
c. Pretes untuk penjajagan.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk mendalami kisah tentang “Uluran Tanganmu Meringankan Langkahku”.
b. Guru memberikan penjelasan singkat mengenai Agama Islam, Ajaran Islam tentang sikap Islam terhadap agama lain, bentuk-bentuk dialog dengan Islam dan cara menghilangkan rasa curigadan membangun persaudaraan sejati.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa.

V. ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR: Buku Siswa Perutusan Murid-Murid Yesus Kelas 3 , Kitab suci.

VI. PENILAIAN : Ulangan tertulis/uraian:

1. Sebutkan beberapa pokok penting ajaran Islam!
2. Jelaskan pandangan Gereja Katolik tentang Islam!
3. Jelaskan macam-macam dialog antara umat Katolik dengan umat Islam!
4. Sebutkan usaha-usaha membangun persaudaraan antara umat Gereja Katolik dan Umat Islam!




Semarang, ...............
Mengetahui Kepala Sekolah SMA ...... Semarang Guru Agama Katolik



......... .............. NIP. ....... NIP. ...............


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan : SMA / SMK

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XII / 1
Pertemuan ke : 9
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standart Kompetensi : Memahami makna firman Allah, ajaran Yesus dan ajaran gereja dalam mengembangkan kehidupan bersama sesuai kehendak Allah, sehingga mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar : Siswa mampu menghargai dan bersedia berdialog serta bekerjasama dengan umat beragama atau kepercayaan lain.

I. INDIKATOR:
1. Menjelaskan pokok penting ajaran agama Hindu, Budha, dan aliran kepercayaan.
2. Menjelaskan pandangan Gereja terhadap Agama Hindu, Budha dan aliran kepercayaan.
3. Menjelaskan bentuk-bentuk dialog dengan umat Hindu, Budha dan aliran kepercayaan.
4. Menjelaskan usaha-usaha yang membangun persaudaraan antara umat Katolik dan umat Hindu, Budha dan aliran kepercayaan.

II. MATERI AJAR:
Berdialog dengan Umat Hindu, Budha, Konghucu dan aliran kepercayaan:
1. Menjelaskan pokok penting ajaran agama Hindu, Budha, dan aliran kepercayaan
2. Pandangan Gereja terhadap Agama Hindu,Budha dan aliran kepercayaan.
3. Bentuk-bentuk dialog dengan Umat Hindu, Budha dan kepercayaan lain.
4. Usaha-usaha mebangun persaudaraan atara umat Katolik dan Hindu, Budha dan aliran kepercayaan.

III. METODE PEMBELAJARAN : Sharing, Dialog/Tanya jawab, Diskusi, Informasi, Penugasan.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa untuk memulai pelajaran dengan doa.
b. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai pada siswa.
c. Pretes untuk penjajagan.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk mendalami cerita tentang berbagai agama bukan Kristiani.
b. Masukan dari guru tentang agama Hindu dan Agama Budha, Khonghucu dan aliran kepercayaan.
c. Guru mengajak siswa untuk berdialog tentang bentuk-bentuk dialog dengan agama hindu, Budha, khonghucu dan aliran kepercayaan.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa

V. ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR: Buku Siswa Perutusan Murid-Murid Yesus Kelas 3 , Kitab suci.

VI. PENILAIAN : Ulangan tertulis /urain

1. Jelaskan pokok penting ajaran agama Hindu, Budha, dan aliran kepercayaan!
2. Jelaskan pandangan Gereja terhadap Agama Hindu, Budha dan aliran kepercayaan!
3. Jelaskan bentuk-bentuk dialog dengan umat Hindu, Budha dan aliran kepercayaan.!
4. Menjelaskan usaha-usaha yang membangun persaudaraan antara umat Katolik dan umat Hindu, Budha dan aliran kepercayaan.



Semarang, ...............
Mengetahui Kepala Sekolah SMA ...... Semarang Guru Agama Katolik



......... .............. NIP. ....... NIP. ...............


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)



Satuan Pendidikan : SMA / SMK

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XII / 1
Pertemuan ke : 10
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standart Kompetensi : Memahami makna firman Allah, ajaran Yesus dan ajaran gereja dalam mengembangkan kehidupan bersama sesuai kehendak Allah, sehingga mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar : Siswa mampu menghargai dan bersedia berdialog serta bekerjasama dengan umat beragama atau kepercayaan lain.

I. INDIKATOR:
1. Menjelaskan makna UUD1945, khususnya pasal 29.
2. Menjelaskan pandangan Gereja terhadap agama-agama non-Kristen berdasar dekrit Nostra Aetate Art.2!
3. menjelaskan bentuk kerjasama yang sudah dilakukan Gereja Katolik dengan umat beragama lain khususnya di Indonesia.
4. Menjelaskan hambatan-hambatan kerjasama dan dialog dalam membangun persaudaraan sejati dengan umat beragama lain.
5. Menyebutkan tindakan-tindakan yang dapat membangun persaudaraan sejati antara umat beragama.

II. MATERI AJAR:
Kerjasama Antar Umat Beragama Membangun Persaudaraan Sejati:
1. UUD 1945, psl 29
2. Pandangan Gereja terhadap agama-agama Non-Kristen berdasar NA Art.2
3. Bentuk-bentuk kerjasama yang sudah terjalin antara umat Katolik demgam umat beragama lain khususnya di Indonesia.
4. Hambatan kerjasama dan dialog dalam membangun persaudaraan sejati antar umat beragama.
5. Tindakan-tindakan dalam membangun persaudaraan sejati.

III. METODE PEMBELAJARAN : Sharing, Dialog/Tanya jawab, Diskusi, Informasi, Penugasan.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa untuk memulai pelajaran dengan doa.
b. Guru menginformasikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai pada siswa.
c. Pretes untuk penjajagan.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk mendalami kerusuhan dan bencana bernuansa agama.
b. Masukan dari guru tentang berbagai fakta kerusuhan antar pemeluk agama, sebab-sebab kerusuhan, akibat kerusuhan.
c. Siswa diajak untuk mendalami fungsi agama.
d. Masukan dari guru tentang membangun persaudaraan sejati antara pemeluk agama-agama

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa

V. ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR: Buku Siswa Perutusan Murid-Murid Yesus Kelas 3 , Kitab suci.

VI. PENILAIAN : Tertulis , uraian.

1. Menjelaskan makna UUD1945, khususnya pasal 29.
2. Menjelaskan pandangan Gereja terhadap agama-agama non-Kristen berdasar dekrit Nostra Aetate Art.2!
3. menjelaskan bentuk kerjasama yang sudah dilakukan Gereja Katolik dengan umat beragama lain khususnya di Indonesia.
4. Menjelaskan hambatan-hambatan kerjasama dan dialog dalam membangun persaudaraan sejati dengan umat beragama lain.
5. Menyebutkan tindakan-tindakan yang dapat membangun persaudaraan sejati antara umat beragama.


Semarang, ...............
Mengetahui Kepala Sekolah SMA ...... Semarang Guru Agama Katolik



......... .............. NIP. ....... NIP. ...............

RPP PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK SEMESTER 2 KELAS XI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/2
Pertemuan Ke : 1
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Mengenal dan memahami hubungan Gereja dan dunia sehingga bersedia ikut terlibat dalam kegembiraan dan keprihatinan dunia.

I. INDIKATOR:
1. Menjelaskan pengaruh Gereja terhadap dunia.
2. Menjelaskan bagaimana sebaiknya hubungan antara Gereja dan Dunia.

II. MATERI AJAR:
Hubungan Gereja dan Dunia:
1. Pengaruh Gereja terhadap dunia dan pengaruh dunia terhadap Gereja.

III. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab/ Dialog, Penugasan dan Diskusi..

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk mendalami cerita tentang “Membuka Jendela-Jendela Vatikan”.
b. Masukan dari guru tentang hubungan Gereja dan Dunia.
c. Diskusi kelompok tentang tugas Gereja terhadap martabat manusia,masyarakat manusia, usaha dan karya manusia dan hal-hal mendesak lainnya yang perlu menjadi perhatian Gereja.
d. Mendalami masalah bangsa dan sumbangan gereja Indonesia dalam penangan krisis.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk mengakhiri kegiatan belajar dengan berdoa spontan.

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman siswa.

VI. PENILAIAN: Pertanyaan lisan, Ulangan harian













RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/2
Pertemuan Ke : 2
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Mengenal dan memahami hubungan Gereja dan dunia sehingga bersedia ikut terlibat dalam kegembiraan dan keprihatinan dunia.

VII. INDIKATOR:
1. Menjelaskan macam-macam Ajaran Sosial Gereja sejak Rerum Novarum samp[ai dewasa ini.
2. Menjelaskan dampak Ajaran Sosial Gereja bagi dunia.

VIII. MATERI AJAR:
Ajaran Sosial Gereja:
1. Macam-macam Ajaran Sosial Gereja.
2. Dampak Ajaran Sosial Gereja.

IX. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab/ Dialog, Penugasan dan Diskusi..

X. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk memahami cerita tentang “Buruh Muda”
b. Masukan dari guru tentang arti dan makna ajaran sosial gereja.
c. Guru mengajak siswa untuk mendalami sanjak tentang “Apakah Hati Tercampak”.
d. Masukan dari guru tentang Ajaran Sosial Gereja di Indonesia.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk mengakhiri kegiatan belajar dengan berdoa spontan.

XI. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman siswa.

XII. PENILAIAN: Pertanyaan lisan, Ulangan harian














RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/2
Pertemuan Ke : 3
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Mengenal dan memahami hubungan Gereja dan dunia sehingga bersedia ikut terlibat dalam kegembiraan dan keprihatinan dunia.

XIII. INDIKATOR:
1. Menjelaskan sumbangan Gereja Indonesia dalam membangun masyarakat yang damai adil dan sejahtera.
2. Menjelaskan kendala-kendala yang dihadapi Gereja dalam rangka berpartisipasi membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.

XIV. MATERI AJAR:
Keterlibatan Gereja Dalam Membangun Dunia yang Damai Sejahtera:
1. Sumbangan Gereja Indonesia dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.
2. Kendala-kendala yang dihadapi Gereja dalam rangka berpartisipasi membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.

XV. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab/ Dialog, Informasi..

XVI. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk mendalami cerita tentang “Membangun Dari Negeri Antah Berantah”.
b. Masukan dari guru tentang memperjuangkan masyarakat yang adil , damai dan sejahtera.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk mengakhiri kegiatan belajar dengan berdoa spontan.

XVII. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman siswa.

XVIII. PENILAIAN: Pertanyaan lisan, Ulangan harian











RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/2
Pertemuan Ke : 4 dan 5
Alokasi Waktu : 4 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Memahami hakekat HAM sehingga terpanggil untuk ikut menegakkan HAM.

XIX. INDIKATOR:
1. Menganalisa Piagam PBB tentang HAM.
2. Menjelaskan pandangan Kristiani tentang HAM
3. Menganalisa bentuk-bentuk pelanggaran HAM di Indonesia.
4. Memberi penilaian peranan Gereja dalam memperjuangkan HAM.

XX. MATERI AJAR:
Hak Asasi Manusia:
1. Hakekat HAM.
2. HAM dalam Piagam PBB.
3. Pandangan Kristiani tentang HAM.
4. Memperjuangkan HAM di Indonesia.
5. Peranan Gereja dalam memperjuangkan HAM.

XXI. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab/ Dialog, Penugasan.

XXII. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru memberi pengertian tentang HAM.
b. Mengkaji dan menyimpulkan Piagam PBB tentang HAM.
c. Masukan dari guru tentang HAM dalam teang Kitab Suci dan terang Ajaran Gereja.
d. Mengkaji bersama tentang pelanggaran HAM.
e. Masukan dari guru tentang usaha-usaha menegakkan HAM di Indonesia.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk mengakhiri kegiatan belajar dengan berdoa spontan.

XXIII. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman siswa.

XXIV. PENILAIAN: Pertanyaan lisan, Ulangan harian








RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/2
Alokasi Waktu : 2 X 45
Pertemuan Ke : 6
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Memahami dan menghargai hidup sebagai anugerah Allah,sehingga bersedia untuk menghargai dan memelihara hidup pribadi dan sesamanya.
XXV. INDIKATOR:
1. Menjelaskan perlunya menghormat hidup sebagai anugerah Tuhan yang harus di jaga dan dipelihara.

II. MATERI AJAR: Menghargai Hidup.
1. Perlunya menghargai hidup sebagai anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dipelihara..

III. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab/ Dialog, Penugasan..

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk mendalami kisah-kisah yang menunjukkan bahwa hidup manusia kurang dihargai.
b. Guru memberi masukkan contoh tentang tindakkan-tindakkan menghilangkan nyawa, dan sebabnya.
c. Masukkan dari guru tentang menghargai hidup dalam Kitab Suci dan ajaran kristiani..

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk mengakhiri kegiatan belajar dengan berdoa spontan.

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci.

VI. PENILAIAN: Pertanyaan lisan, ulangan blok.
















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/2
Pertemuan Ke : 7
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Memahami dan menghargai hidup sebagai anugerah Allah sehingga bersedia untuk menghargai dan memelihara hidup pribadi dan sesamanya.

XXVI. INDIKATOR:
1. Menjelaskan pandangan Gereja Katolik tentang Aborsi.
2. Melakukan tindakan-tindakan preventif terhadap segala kemungkinan terjadinya aborsi, menghindari sex bebas, pra nikah, menghindari pornografi, berani mengatakan tidak terhadap aborsi.

XXVII. MATERI AJAR:
Aborsi:
1. Pandangan Gereja Katolik tentang Aborsi.
2. Tindakan preventif terhadap segala kemungkinan terjadinya aborsi.

XXVIII. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab/ Dialog, Penugasan dan Diskusi..

XXIX. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk memahami cerita tentang “Dua-Duanya Gugur”.
b. Guru memberikan masukan tentang pengguguran kandungan (Aborsi) dan dilihat dari Ajaran Kitab Suci dan Ajaran Gereja, serta Hukum Negara.
c. Memahami langkah-langkah preventif untuk mencegah tindakan pengguguran kandungan.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk mengakhiri kegiatan belajar dengan berdoa spontan.

XXX. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman siswa.

XXXI. PENILAIAN: Pertanyaan lisan, Ulangan harian











RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/2
Pertemuan Ke : 8
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Memahami dan menghargai hidup sebagai anugerah Allah sehingga bersedia untuk menghargai dan memelihara hidup pribadi dan sesamanya.

XXXII. INDIKATOR:
1. Menjelaskan usaha-usaha masyarakat/Gereja dalam meberantas penyalahgunaan narkoba, HIV / AIDS.

XXXIII. MATERI AJAR:
Narkoba, HIV/AIDS:
1. Usaha-usaha masyarakat/Gereja dalam memberantas penyalahgunaan Narkoba, HIV/AIDS.

XXXIV. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab/ Dialog, Cerita, Informasi dan Penugasan..

XXXV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk mengamati gambar yang menunjukkan orang yang kecanduan narkoba.
b. Masukan dari guru tentang arti dan jenis narkoba, tahap-tahap dan gejala orang kecanduan narkoba, tanda-tanda pecandu narkoba dan sakau.
c. Guru mengajak siswa untuk memahami bersama tentang narkoba, HIV dan AIDS.
d. Masukan dari guru mengenai usaha-usaha menghadapi Narkoba dan HIV/AIDS.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk mengakhiri kegiatan belajar dengan berdoa spontan.

XXXVI. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman siswa.

XXXVII. PENILAIAN: Pertanyaan lisan, Ulangan harian










RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/2
Pertemuan Ke : 9
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Memahami dan menghargai hidup sebagai anugerah Allah sehingga bersedia untuk menghargai dan memelihara hidup pribadi dan sesamanya.

XXXVIII. INDIKATOR:
1. Menjelaskan sebab, arti dan akibat bunuh diri dan euthanasia.
2. Menjelaskan macam-macam pandangan tentang EUTHANASIA dan bunuh diri.
3. Menjelaskan pandangan Gereja Katolik tentang Euthanasia dan Bunuh Diri.

XXXIX. MATERI AJAR:
Bunuh Diri dan Euthanasia:
1. Sebab,arti dan akibat bunuh diri dan euthanasia
2. Macam-macam pandangan tentang Euthanasia dan bunuh diri.
3. Pandangan Gereja Katolik tentang Euthanasia dan Bunuh Diri.

XL. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab/ Dialog, Diskusi kelompok.

XLI. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk memahami kisah tentang “Ibu Bunuh Diri di Kolam Buaya”.
b. Masukan dari guru tentang kasus-kasus bunuh diri dan sebab-sebabnya.
c. Guru memberikan masukan tentang arti, jenis-jenis euthanasia.
d. Guru mengajak dialog siswa tentang ajaran Moral Kristiani tentang bunuh diri dan euthanasia apakah diperbolehkan dan kapan bunuh diri dan euthanasia diperbolehkan dan kapan tidak diperbolehkan.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk mengakhiri kegiatan belajar dengan berdoa spontan.

XLII. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman siswa.

XLIII. PENILAIAN: Pertanyaan lisan, Ulangan harian

RPP PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK SEMESTER 1 KELAS XI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/1
Pertemuan Ke : 1
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Memahami arti dan makna Gereja sebagai umat Allah dan persekutuan murid-murid Yesus yang terbuka.

I. INDIKATOR:
1. Mengungkapkan pengalaman tentang gereja.
2. Menjelaskan Gereja sebagai umat Allah.
3. Menganalisis teks Kitab suci (Kis 2:41-47).
4. Menjelaskan konsekwensi arti Gereja sebagai umat Allah.
5. Melakukan tindakan-tindakan lingkungan dalam lingkungan dan paroki yang menunjukkan diri sebagai anggota umat Allah.

II. MATERI AJAR:
Gereja Sebagai Umat Allah:
1. Pandangan siswa tentang Gereja.
2. Gereja sebagai umat Allah dalam Kis 2:41-47.
3. Konsekwensi paham Gereja sebagai umat Allah.
4. Tindakan-tindakan dari umat Allah.

III. METODE PEMBELAJARAN: Cerita, Dialog, Diskusi, Informasi.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk mendalami arti Gereja menurut pengertian siswa.
b. Guru mengajak para siswa untuk membaca dan mendengarkan cerita “Dimana Ada Gereja” dalam buku siswa.
c. Guru bersama siswa berdialog mendalami isi/pesan cerita diatas. Kemudian memberikan masukan.
d. Guru mengajak siswa untuk mendalami dasar dan konsekwensi hidup mengumat dalam Gereja. Kemudian memberikan masukan.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menuliskan kegiatan yang dapat mereka lakukan dilingkungan atau parokinya. Kemudian siswa disuruh membuat semacam laporan / karangan.
b. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa atau menyanyikan sebuah lagu yang sesuai.

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VI. PENILAIAN: Pertanyaan Lisan, ulangan harian.

1. Ceritakanlah pengalaman tentang hidup menggereja!
2. Jelaskan arti dari Gereja sebagai umat Allah!
3. Apa maksud dari teks Kitab suci (Kis 2:41-47)!
4. Jelaskan konsekwensi arti Gereja sebagai umat Allah!
5. Apa yang dapat anda buat dalam lingkungan dan paroki sebagai anggota Gereja?



Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd HARTANTO YONARIUS.S.Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013













































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/1
Pertemuan Ke : 2
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Memahami arti dan makna Gereja sebagai umat Allah dan persekutuan murid-murid Yesus yang terbuka.

I. INDIKATOR:
1. Mengungkapkan pengalaman tentang gereja.
2. Menganalisis paham Gereja institusional, Gereja pyramidal dan Gereja persekutuan.
3. Menjelaskan perikop Kitab Suci (Kis 4:32-37).
4. Menjelaskan konsekwensi arti Gereja sebagai persekutuan yang terbuka.
5. Melakukan kerjasama dengan siapa saja yang berkehendak baik.

II. MATERI AJAR:
Gereja Sebagai Persekutuan Yang Terbuka:
1. Gereja institusional pyramidal dan Gereja persekutuan.
2. Kitab Suci (Kis4:32-37)
3. Konsekwensi arti Gereja sebagai persekutuan yang terbuka dalam hidup menggereja dan masyarakatdewasa ini.
4. Bentuk-bentuk kerjasama untuk membangun masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera.

III. METODE PEMBELAJARAN: Mengamati gambar, Dialog, Ceramah, dan Diskusi..

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa menganalisis paham Gereja institusional, Gereja pyramidal dan Gereja persekutuan
b. Guru menjelaskan perikop Kitab Suci (Kis 4:32-37)
c. Guru menjelaskan konsekwensi arti Gereja sebagai persekutuan yang terbuka.
d. Guru mengajak siswa melakukan kerja sama dengan siapa saja yang berkehendak baik.

3. Kegiatan Akhir:
a. Evaluasi
b. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa atau menyanyikan sebuah lagu yang sesuai.

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Gagasan siswa dan guru, Gambar Gereja Pyramidal dan Persekutuan yang terbuka.

VI. PENILAIAN: Pertanyaan Lisan, ulangan harian.

1. Ceritakan pengalaman tentang hidup menggereja!
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan paham Gereja institusional, Gereja pyramidal dan Gereja persekutuan!
3. Jelaskan arti dari perikop Kitab Suci (Kis 4:32-37)!
4. Jelaskan konsekwensi arti Gereja sebagai persekutuan yang terbuka!
5. Berilah contoh kerjasama dengan siapa saja yang berkehendak baik!


Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd HARTANTO YONARIUS.S.Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013






















































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/1
Pertemuan Ke : 3
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Memahami fungsi dan peranan hirarki dan awam, sehingga bersedia berpartisipasi dan bekerjasama dengan hirarki.

I. INDIKATOR:
1. Menjelaskan bahwa dalam Gereja ada macam-macam fungsi
2. Menjelaskan peranan kaum awam dalam gereja.
3. Menjelaskan arti kerasulan awam.
4. Menyebutkan misi KAS awam ditengah dunia.
5. Menyebutkan sumbangan kaum awan dalammembangun Gereja di parokinya.

II. MATERI AJAR:
Gereja Sebagai Persekutuan Yang Terbuka:
1. Gereja institusional pyramidal dan Gereja persekutuan yang terbuka.
2. Kitab Suci (Kis 4:32-37)
3. Konsekwensi arti Gereja sebagai persekutuan yang terbuka dalam hidup menggereja dan masyarakat dewasa ini.
4. Bentuk-bentuk kerjasama untuk membangun masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera.

III. METODE PEMBELAJARAN: Mengamati gambar, Dialog, Ceramah, dan Diskusi..

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk menggali macam-macam fungsi dalam Gereja menurut 1 Kor 12:12-31
b. Siswa berdiskusi membahas peranan awam dan hirarki gereja dalam gereja

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa atau menyanyikan sebuah lagu yang sesuai.

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Skema Hirarki, Gagasan siswa, Cerita pemilihan paus penuh misteri, hasil pengamatan.

VI. PENILAIAN: Tugas kelompok
1. Jelaskan macam-macam fungsi dalam Gereja!
2. Jelaskan peranan kaum awam dalam gereja!
3. Jelaskan arti kerasulan awam!
4. Sebutkan misi KAS awam ditengah dunia!
5. Sebutkan sumbangan kaum awan dalam membangun Gereja di parokinya!


Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd HARTANTO YONARIUS.S.Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013




























































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/1
Pertemuan Ke : 4
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Memahami fungsi dan peranan Hierarki dan Awan , sehingga bersedia dan berpartisipasi dan bekerjasama dengan hierarki.

I. INDIKATOR:
1. Menjelaskan macam-macam fungsi dalam Gereja.
2. Menjelaskan arti dan peranan kaum awam dalam Gereja.
3. Menjelaskan arti kerasulan awam.
4. Menjelaskan hubungan awam dan hirarki.
5. Menyebutkan misi khas awam di tengah masyarakat.
6. Menyebutkan sumbangan sebagai kaum awam dalam membangun Gereja di Parokinya.

II. MATERI AJAR:
Hubungan Awam dan Hirarki Sebagi Patner Kerja:
1. Macam-macam fungsi dalam Gereja (1 Kor 12:12-31)
2. Arti dan Peranan Awam dalam Gereja.
3. Kerasulan Awam.
4. Hubungan Awam dan Hirarki.
5. Misi KAS kaum awam ditengah dunia
6. Sumbangan siswa dalam membangun lingkungan masyarakat.

III. METODE PEMBELAJARAN: Dialog, Sharing, Diskusi, Informasi.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa mendalami cerita tentang “Dua Bersaudara”.
b. Guru memberi masukan tentang pengertian awam dan kerasulan awam.
c. Siswa berdiskusi tentang hubungan awam dan pimpinan Gereja local ditempat masing-masing.
d. Masukan dari guru tentang hubungan awam dan hirarki.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru memberi tugas siswa untuk mencatat perfan dan tugas para awam di parokinya dan bagaimana penilaian mereka.
b. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa atau menyanyikan sebuah lagu yang sesuai.

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman siswa..

VI. PENILAIAN: Ulangan harian
a. Jelaskan macam-macam fungsi dalam Gereja!
b. Jelaskan arti dan peranan kaum awam dalam Gereja!
c. Jelaskan arti kerasulan awam!
d. Jelaskan hubungan awam dan hirarki!
e. Sebutkan misi khas awam di tengah masyarakat!
f. Sebutkan sumbangan sebagai kaum awam dalam membangun Gereja di Parokinya!


Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd HARTANTO YONARIUS.S.Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013




















































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/1
Pertemuan Ke : 5
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Memahami sifat-sifat Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik sehingga menjaga keutuhan serta terpanggil untuk merasul dan memperjuangkan kepentingan umum.

I. INDIKATOR:
1. Menjelaskan arti Gereja yang satu.
2. Mengungkapkan letak Gereja yang satu.
3. Menjelaskan usaha-usaha untuk mewujudkan Gereja yang satu.
4. Menjelaskan arti Gereja yang kudus.

II. MATERI AJAR:
Gereja Yang Satu dan Kudus:
1. Rumusan Doa Syahadat (Doa Aku Percaya).
2. Kitab Suci Ef 4:1-7 dan 1 Kor 6:19.

III. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab/ Dialog, Penugasan dan Diskusi..

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Siswa diajak untuk mendalami cerita yang mengungkapkan sifat-sifat Gereja yang satu dan kudus melalui cerita”Pertemuan kaum muda di Roma”
b. Guru mengajak siswa untuk mengkaji dan menafsirkan Doa Syahadat, teks Kitab Suci Ef 4:1-7 ; Kor 6:19.

3. Kegiatan Akhir:
a. Siswa diajak untuk menyusun doa bagi kesatuan Gereja atau kekudusan Gereja.
b. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa yang telah disusunnya.

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Gagasan siswa.

VI. PENILAIAN: Pertanyaan tertulis uraian!

1. Jelaskan arti Gereja yang satu!
2. Tunjukkan letak Gereja yang satu!
3. Jelaskan usaha-usaha untuk mewujudkan Gereja yang satu!
4. Jelaskan arti Gereja yang kudus!



Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd HARTANTO YONARIUS.S.Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013





























































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/1
Pertemuan Ke : 6
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Memahami sifat-sifat Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik sehingga menjaga keutuhan serta terpanggil untuk merasul dan memperjuangkan kepentingan umum.

I. INDIKATOR:
1. Menganalisis pengertian “Katolik” dan penggunaan predikat “Katolik” dalam berbagai lembaga Gereja Katolik.
2. Menjelaskan Gereja yang Apostolik.
3. Menyebutkan usaha-usaha untuk mewujudkan Gereja yang Apostolik.

II. MATERI AJAR:
Gereja Yang Katolik dan Apostolik:
1. Arti Katolik
2. Gereja yang Katolik dan usaha-usaha yang berkaitan dengan sifat Gereja tersebut
3. Gereja yang Apostolik dan usaha-usaha yang berkaitan dengan sifat Gereja tersebut.

III. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab/ Dialog, Ceramah, Penugasan dan Diskusi..

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Siswa diajak untuk mendalami cerita yang mengungkapkan segi-segi kekatolikan dan keapostolikan Gereja melalui cerita “Konsili Vatikan II”.
b. Siswa diajak untuk menemukan arti Gereja yang Katolik dan Apostolik berdasarkan Konsili Vatikan II.
c. Siswa diajak untuk menemukan usaha-usaha untuk mewujudkan Gereja yang Katolik dan Apostolik

3. Kegiatan Akhir:
a. Evaluasi
b. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa .

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman siswa.

VI. PENILAIAN: Pertanyaan Tertulis, uraian

1. Jelaskan pengertian “Katolik” dan penggunaan predikat “Katolik” dalam berbagai lembaga Gereja Katolik!
2. Jelaskan Gereja yang Apostolik!
3. Sebutkan usaha-usaha untuk mewujudkan Gereja yang Apostolik!


Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd HARTANTO YONARIUS.S.Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013





























































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/1
Pertemuan Ke : 7
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang menguduskan, mewartakan, memberi kesaksian dan melayani, sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya.

I. INDIKATOR:
1. Menjelaskan pemahaman siswa tentang bentuk kegiatan yang berhubungan dengan tugas menguduskan (liturgia)
2. Menjelaskan pengertian doa dan liturgi.
3. Menjelaskan maksud (1 Petrus 2:9-10)
4. Menyebutkan bentuk-bentuk kegiatan gereja yang berkaitan dengan tugas menguduskan.
5. Menyebutkan bentuk partisipasi siswa dalam kegiatan doa dan liturgi.

II. MATERI AJAR:
Gereja Yang Menguduskan:
1. Pemahaman siswa tentang bentuk kegiatan yang berhubungan dengan tugas menguduskan (liturgi).
2. Pengertia doa dan liturgi.
3. Kitab Suci (1 Petrus 2:9-10)
4. Bentuk-bentuk kegiatan Gereja yang berkaitan dengan tugas menguduskan.
5. Partisipasi siswa dalam kegiatan doa dan liturgi.

III. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab/ Dialog, Ceramah, Penugasan dan Diskusi..

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Siswa diajak untuk mendalami cerita yang mengungkapkan makna Doa sebagai Sarana Pengudusan.
b. Siswa diajak mendalami Sakramen, Sakramentali dan Devosi sebagai sarana Pengudusan dalam Gereja
c. Siswa disuruh mendiskusikan tentang peran Gereja yang menguduskan didalam kehidupan jemaat dan masyarakat kemudian mempresentasikannya.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa .

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman siswa.

VI. PENILAIAN: Pertanyaan lisan, Ulangan harian

1. Sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk kegiatan yang berhubungan dengan tugas menguduskan (liturgia)!
2. Jelaskan pengertian doa dan liturgi!
3. Jelaskan maksud perikop (1 Petrus 2:9-10)!
4. Sebutkan bentuk partisipasi siswa dalam kegiatan doa dan liturgi!


Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd HARTANTO YONARIUS.S.Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013

















































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/1
Pertemuan Ke : 8
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang menguduskan, mewartakan, memberi kesaksian dan melayani, sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya.

I. INDIKATOR:
1. Menjelaskan Kitab Suci Mat 28:16-20
2. Menyebutkan bentuk-bentuk pewartaan sabda
3. Menyebut ajaran Gereja mengenai pewartaan sabda.
4. Menjelaskan tentang pewartaan sabda.
5. Menyebut bentuk partisipasi siswa
6. Menjelaskan tugas gereja yang mewartakan.

II. MATERI AJAR:
Gereja Mewartakan:
1. Kitab suci Mat 28: 16-20
2. Bentuk-bentuk pewartaan sabda.
3. Magisterium /ajaran Gereja.
4. Pewartaan sabda
5. Bentuk partisipasi siswa

III. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab/ Dialog, Penugasan dan Diskusi..

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Siswa diajak untuk mendalami cerita tentang pewartaan Injil.
b. Mendalami Kitab Suci tentang perutusan Murid-Murid Yesus dan pesabnnya bagi kita.
c. Siswa disuruh mendiskusikan tentang peran Gereja yang mewartakan didalam kehidupan jemaat dan masyarakat kemudian mempresentasikannya.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa .

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman siswa.

VI. PENILAIAN: Pertanyaan tertulis, uraian

1. Jelaskan arti dari perikop Kitab Suci Mat 28:16-20!
2. Sebutkan bentuk-bentuk pewartaan sabda!
3. Sebutkan ajaran Gereja mengenai pewartaan sabda!
4. Berilah contoh bentuk partisipasi siswa dalam pewartaan Gereja!
5. Apa yang dimaksud dengan tugas gereja yang mewartakan? Jelaskan



Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd HARTANTO YONARIUS.S.Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013




















































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/1
Pertemuan Ke : 9
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang menguduskan, mewartakan, memberi kesaksian dan melayani, sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya.

I. INDIKATOR:
1. Menjelaskan makna menjadi saksi Kristus (Kis 1:8).
2. Menjelaskan arti dan makna kesaksian Kristus.
3. Menyebut kemartiran dalam gereja Gereja Katolik.
4. Beberapa contoh martir atau saksi –saksi Kristus.
5. Menyebut partisipasi siswa dalam tugas kesaksian.

II. MATERI AJAR:
Gereja yang menjadi saksi Kristus:
1. Makna menjadi saksi Kristus (Kis 1:8)
2. Arti dan makna kesaksian Kristus
3. Kemartiran dalam Gereja Katolik
4. Beberapa contoh martir atau saksi-saksi Kristus
5. Partisipasi siwa dalam tugas kesaksian

III. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab/ Dialog, Penugasan dan Diskusi..

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Siswa diajak untuk mendalami makna menjadi saksi Yesus Kristus melalui cerita”Kesaksian Hidup”
b. Guru memberikan masukan secara dialogis tentang pewartaan lewat kesaksian hidup.
c. Siswa diajak mendalami kesaksian hidup seorang martir melalui cerita “Uskup Agung Romero” seorang martir abad modern.
d. Siswa disuruh mendiskusikan tentang peran Gereja yang menjadi saksi didalam kehidupan jemaat dan masyarakat kemudian mempresentasikannya.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru mengajak siswa untuk menutup pelajaran dengan menyanyikan lagu Madah Bhakti No.455 (Jadilah Saksi Kristus).

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman siswa.

VI. PENILAIAN: Pertanyaan tertulis, Uraian
a. Jelaskan makna menjadi saksi Kristus (Kis 1:8)!
b. Jelaskan arti dan makna kesaksian Kristus!
c. Sebutkan kemartiran dalam gereja Gereja Katolik!
d. Berilah beberapa contoh martir atau saksi –saksi Kristus!
e. Berilah contoh partisipasimu sebagai siswa dalam tugas kesaksian!



Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd HARTANTO YONARIUS.S.Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013













































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : XI/1
Pertemuan Ke : 10
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Kompetensi Dasar : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang menguduskan, mewartakan, memberi kesaksian dan melayani, sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya.

I. INDIKATOR:
1. Menceritakan pengalaman siswa dalam melayani orang lain.
2. Menjelaskan maksud Injil Mrk 10:35-45.
3. Menjelaskan tanggung jawab murid-murid Kristus.
4. Menyebut bentuk-bentuk pelayanan dalam Gereja Katolik
5. Menyebut tokoh-tokoh Gereja pelayan kaum miskin dan tertindas
6. Menyebut bentuk partisipasi siswa dalam tugas pelayanan gereja

II. MATERI AJAR:
Gereja Yang Melayani:
1. Pengalaman siswa dalam melayani orang lain.
2. Menguasai atau melayani dalam Injil Markus 10:35-45
3. Tanggung jawab murid-murid Kristus
4. Bentuk-bentuk pelayanan dalam Gereja Katolik
5. Tokoh-tokoh Gereja pelayan kaum miskin dan tertindas
6. Partisipasi siswa dalam tugas pelayanan Gereja.

III. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab/ Dialog, Penugasan dan Diskusi..

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
a. Kegiatan Awal:
1. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
2. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

b. Kegiatan Inti:
1. Siswa diajak untuk mendalami makna melayani melalui cerita”Dokter Brackett Di Ruang Atas”
2. Guru mengajak siswa mendalami semangat pelayanan Gereja dalam terang Kitab suci (Mar 10:35-45)
3. Guru memberikan masukan secara dialogis tentang Gereja yang melayani.
4. Siswa disuruh mendiskusikan tentang peran Gereja yang melayani didalam kehidupan jemaat dan masyarakat kemudian mempresentasikannya.

c. Kegiatan Akhir:
1. Guru mengajak siswa untuk merenungkan sanjak”SUARA KAUM MUDA”
2. Guru mengajak siswa untuk mengakhiri kegiatan belajar dengan berdoa spontan.

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman siswa, sanjak Suara Kaum Muda.

VI. PENILAIAN: Pertanyaan lisan, Ulangan harian
a. Sharingkan pengalamanmu dalam melayani orang lain!
b. Jelaskan maksud Injil Mrk 10:35-45!
c. Jelaskan tanggung jawab menjadi murid-murid Kristus!
d. Sebutkan bentuk-bentuk pelayanan dalam Gereja Katolik!
e. Sebutkan tokoh-tokoh Gereja pelayan kaum miskin dan tertindas!
f. Berilah contoh bentuk partisipasimu dalam tugas pelayanan gereja!



Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd HARTANTO YONARIUS.S.Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013

RPP PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK SEMESTER 2 KELAS X

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/2
Pertemuan Ke : 1
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Mengenal Kitab Suci dan Tradisi sebagai tolak ukur tertinggi dari imannya.

I. INDIKATOR:
1. Menjelaskan secara singkat sejarah terjadinya Kitab suci Perjanjian Lama.
2. Menjelaskan cara-cara mendalami Kitab suci baik secara pribadi maupun kelompok.
3. Merefleksikan Kitab Suci.

II. MATERI AJAR:
Kitab Suci Perjanjian Lama (KSPL):
1. Sejarah terjadinya Kitab Suci perjanjian Lama.
2. Cara mendalami Kitab Suci secara pribadi maupun kelompok.
3. Kegiatan membaca Kitab Suci.

III. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab, Sharing, Penugasan dan Informasi..

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk membaca dan mendengarkan cerita rakyat tentang Tuhan menciptakan pria dan wanita.
b. Guru mengajak siswa untuk berdialog mendalami isi pesan cerita tersebut dan guru memberi masukan berdasarkan jawaban para siswa.
c. Guru mengajak siswa untuk membaca dan mendengarkan Kitab suci Perjanjian Lama dari Kej 2:7-9; 18: 21-23 tentang Tuhan menjadikan manusia pria dan wanita.
d. Guru mengajak berdialog mendalami isi pesan Kitab Suci tersebut dan guru memberi masukan berdasarkan dialog para siswa.
e. Guru mencatat dipapan tulis 3 kelompok Kitab Suci Perjanjian Lama dan meminta siswa untuk menyebutkan nama-nama Kitab Suci pada tiap kelompok yaitu kelompok Kitab sejarah, Kitab Kebijaksanaan dan Kelompok Kitab Nabi-Nabi.

3. Kegiatan Akhir:
a. Siswa diajak menutup pelajaran dengan doa penutup(oleh salah satu siswa)

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VI. PENILAIAN: Ulangan harian

Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/2
Pertemuan Ke : 2
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Mengenal Kitab Suci dan Tradisi sebagai tolak ukur tertinggi dari imannya.

I. INDIKATOR:
1. Menjelaskan secara singkat sejarah terjadinya Kitab Suci Perjanjian Baru.
2. Menjelaskan cara-cara mendalami Kitab Suci baik secara pribadi maupun kelompok.
3. Merefleksikan Kitab Suci.

II. MATERI AJAR:
Kitab Suci Perjanjian Baru (KSPB):
1. Sejarah terjadinya Kitab Suci Perjanjian Baru.
2. Cara mendalami Kitab Suci secara pribadi maupun kelompok.
3. Kegiatan membaca Kitab Suci.

III. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab, Sharing, Penugasan dan Informasi..

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
b. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
c. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
d. Guru mengajak siswa untuk membaca dan mendengarkan kisah”Ibu Teresa”. Dan berdialog tentang isi pesan cerita tersebut.
e. Guru mengajak siswa untuk mendengarkan kutipan Kitab Suci Markus 1:9-11.
f. Guru mengajak siswa untuk berbincang-bincang mendalami isi/pesan dari teks Kitab Suci.
g. Guru memberi masukan tentang bacaan tadi.
h. Guru mengajak siswa untuk mendalami proses terjadinya tulisan-tulisan mengenai Yesus yang termuat dalam Kitab Suci Perjanjian Baru.
i. Guru mencatat di papan tulis enam kelompok KSPB dan meminta para siswa untuk menyebutkan nama-nama Kitab Suci pada tiap kelompok.
j. Guru mengajak siswa untuk berdialog untuk mendalami pentingnya membaca Kitab Suci.
k. Guru memberi masukan bagi para siswa tentang alas an kita harus membaca dan mendalami sabda Tuhan yang terdapat dalam Kitab Suci.

3. Kegiatan Akhir:
l. Guru mengajak siswa untuk merenungkan cerita pendek tentang pengetahuan agama.
m. Guru mrngajak siswa untuk menutup pelajaran dengan doa.

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VI. PENILAIAN: Ulangan harian

Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/2
Pertemuan Ke : 3
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Mengenal Kitab Suci dan Tradisi sebagai tolak ukur tertinggi dari imannya.

I. INDIKATOR:
1. Menganalisa teks Kitab Suci dari Yoh 21:24-25 yang berkaitan dengan munculnya tradisi dalam Gereja.
2. Menjelaskan bahwa Kitab Suci dan tradisi menjadi tolak ukur tertinggi dari iman.

II. MATERI AJAR:
Tradisi:
1. Munculnya tradisi dalam Gereja (Yoh 21:24-25)
2. Kitab Suci dan Tradisi sebagai tolak ukur tertinggi dari iman Katolik..

III. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab, Sharing, Penugasan dan Informasi..

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:

1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk mendengarkan cerita kecil tentang tradisi merayakan tahun baru
b. Guru mengajak siswa berdialog mendalami isi/pesan cerita tersebut dan guru memberi masukan.
c. Siswa berdiskusi untuk menulis dan mengungkapkan beberapa tradisi yang mereka kenal dalam Gereja Katolik yang menyangkut perayaan dan ajaran iman dan moral.
d. Masukan dari guru tentang tradisi dalam gereja katolik.
e. Guru mengajak siswa untuk membandingkan dua bentuk rumusan syahadat panjang dan pendek.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru menyuruh siswa untuk membuat suatu karangan kecil mengenai salah satu hal dalam tradisi gereja yang kiranya perlu diperbaharui supaya lebih sesuai dengan jaman dan budaya setempat.
b. Guru menyuruh salah satu siswa untuk mengakhiri kegiatan dengan berdoa.

VII. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VIII. PENILAIAN: Ulangan harian, Tugas kelompok.


Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/2
Pertemuan Ke : 4
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Mengenal Yesus yang dating untuk mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah sehingga peserta didik merasa terpanggil untuk berjuang bersama Yesus.

I. INDIKATOR:
1. Menganalisa teks dari Markus 1:14-17 untuk mencari arti Kerajaan Allah.
2. Menjelaskan paham-paham Kerajaan Allah pada jaman Yesus.

II. MATERI AJAR:
1. Gambaran Kerajaan Allah pada jaman Yesus:
2. Arti Kerajaan Allah (Mrk 1:14-15 dan Rom 14:17)

III. METODE PEMBELAJARAN: Tanya Jawab, Dialog dan Informasi..

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk berdialog tentang kerinduan manusia pada ratu adil.
b. Guru mengajak siswa untuk berdialog berkaitan dengan kerinduan bangsa Israel akan datangnya Mesias dan Kerajaan Allah. Dan guru memberikan masukan tentang situasi social Bangsa Israel, paham-paham tentang Kerajaan Allah, Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus.
c. Guru mengajak siswa untuk membandingkan situasi jaman Yesus, situasi jaman sekarang dan pentingnya mengadakan gerakan memberi kesaksian tentang kerajaan Allah.

3. Kegiatan Akhir:
a. Guru menyuruh salah satu siswa untuk mengakhiri kegiatan dengan berdoa.

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VI. PENILAIAN: Ulangan harian, Tugas Individu.

Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013










RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/2
Pertemuan Ke : 5
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Mengenal Yesus yang dating untuk mewartakan dan memperjuangkan Kerajaan Allah sehingga peserta didik merasa terpanggil untuk berjuang bersama Yesus.

I. INDIKATOR:
a. Mencontohkan tindakan Yesus yang memeperjuangkan Kerajaan Allah.
b. Menjelaskan kaitan antara Kerajaan Allah dengan perumpamaan-perumpamaan Yesus,
c. Menerangkan hubungan mukjijat Yesus dengan Kerajaan Allah yang diwartakan-Nya.
d. Menyimpulkan cara Yesus mewartakan dan memperjuangkan terwujudnya Kerajaan Allah.
e. Menganalisa situasi sekarang dan menemukan cara untuk mewujudkan Kerajaan Allah dijaman sekarang.

II. MATERI AJAR:
Yesus Mewartakan dan Memperjuangkan Kerajaan Allah:
a. Pewartaan Yesus melalui perumpamaan.
b. Tindakan-tindakan Yesus terutama mukjijat-mukjijatNya.
c. Paham Kerajaan Allah menurut orang banyak dan paham Kerajaan Allah menurut Yesus serta perjuangan-Nya mewujudkan Kerajaan Allah.

III. METODE PEMBELAJARAN: Diskusi, Sharing, Dialog, Informasi. Dan Penugasan.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untyuk berdiskusi mendalami pewartaan Yesus tentan Kerjaan Allah dan memebuat beberap[a kesimpulan mengenai perumpamaan-perumpamaam Yesus dalam pewartaannnya mengenai Kerajaan Allah.
b. Masukan dari guru mengenai pewartaan Yesus tentang Kerajaan Allah.
c. Guru mengajak siswa untuk berbincang-bincang mendalami tindakan Yesus.
d. Masukan dari guru untuk siswa tentang perbuatan-perbuatan Yesus dalam rangka memperjuangkan Kerajaan Allah.
e. Siswa disuruh kerja kelompok untuk mendiskusikan tentang topik uang dan harta, kekuasaan, kehormatan, kesetiakawanan dan diplenokan oleh siswa.
f. Guru memberi masukan tentang nilai-nilai duniawi dan nilai-nilai Kerajaan Allah.

3. Kegiatan Akhir:
Guru menyuruh salah satu siswa untuk mengakhiri kegiatan dengan berdoa.

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VI. PENILAIAN: Ulangan harian, Tugas Individu.


Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013

























































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/2
Pertemuan Ke : 8 dan 9
Alokasi Waktu : 4 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Mengenal Yesus yang berani memberikan diri-Nya untuk menderita sengsara, wafat disalib bangkit dan naik ke surga demi kebahagiaan manusia.

I. INDIKATOR:
Menganalisa kisah kebangkitan Yesus (Yoh 20:1-18 dan 1 Kor 15:14-19)

II. MATERI AJAR:
Kebangkitan dan Kenaikan Yesus Kesurga:
a. Paham kehidupan sesudah kematian menurut bermacam-macam pandangan.
b. Kisah kebangkitan Yesus (Yoh 20:1-18) dan 1 Kor 15:14-19)
c. Arti kenaikan Yesus ke surga berdasarkan Lukas 24:50-63.
d. Makna kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga sebagai sukacita yang memberi semangat untuk mewujudkan Kerajaan Allah.

III. METODE PEMBELAJARAN: Cerita, Dialog, Informasi. Dan Penugasan.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
1. Guru mengajak siswa untuk membaca dan mendengarkan cerita tentang seperti sebuah kubur kosong.
2. Guru mengajak siswa untuk berdialog mendalami isi/pesan cerita tersebut.
3. Guru memberikan masukan tentang penampakan-penampakan Yesus dan maknannya.
4. Guru mengajak siswa untuk membaca dan mendengarkan kutipan Kitab Suci 1 Kor 15: 3-8; 14,17,20-23.
5. Siswa diajak berdialog tentang isi kutipan Kitab Suci tersebut.
6. Masukan dari guru tentang kebangkitan Yesus dan maknannya bagi iman kita.

3. Kegiatan Akhir:
Guru menyuruh salah satu siswa untuk mengakhiri kegiatan dengan doa .

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VI. PENILAIAN: Pertanyaan lisan, Ulangan harian.

Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/2
Pertemuan Ke : 10
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Mengenal pribadi Yesus Kristus sebagai sahabat sejati, tokoh idola, Putera Allah dan Juru Selamat.

I. INDIKATOR:
1. Mensharingkan siapa Yesus bagi dirinya.
2. Menganalisa Yohanes 15:11-15.
3. Menjelaskan arti Yesus sebagai sahabat sejati dan tokoh idola.
4. Melakukan tindakan yang menunjukkan pada Yesus sungguh sahabat sejati.

II. MATERI AJAR:
Yesus Sahabat Sejati dan Tokoh Idola:
1. Pengalaman siswa tentang sahabat sejati dan tokoh idola.
2. Tokoh Yesus dalam pandangan siswa.
3. Sahabat sejati (Yoh 15:11-15)
4. Yesus sebagai sahabat sejati dan tokoh idola.
5. Tindakan yang menunjukkan bahwa Yesus sungguh sahabat sejati.

III. METODE PEMBELAJARAN: Sharing, Diskusi, Informasi. Dan Penugasan.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:


3. Kegiatan Akhir:
Guru menyuruh salah satu siswa untuk mengakhiri kegiatan dengan doa .

1. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

2. PENILAIAN: Pertanyaan lisan, Ulangan harian.

Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013

RPP PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK SEMESTER 1 KELAS X

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/1
Pertemuan Ke : 1
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Memahami diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya, cita-cita dan panggilan hidupnya sehingga menerima diri sebagaimana adanya.

I. INDIKATOR:
1. Menyebutkan ciri-ciri fisik dan menjelaskan fungsinya
2. Menyebutkan kelebihan dan kekurangan
3. Menyebutkan sifat-sifat dan karakter yang dimilikinya.
4. menceritakan pengalaman-pengalamannya yang unik.
5. mengungkapkan rasa syukur sebagai pribadi yang diciptakan Tuhan.

II. MATERI AJAR:
1. SAYA PRIBADI YANG UNIK

III. METODE PEMBELAJARAN: Diskusi, dialog dan informasi.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Mengamati keunggulan dan kekurangan dalam diri siswa masing-masing.
b. Guru membagikan selembar kertas kepada siswa untuk mengisi sifat dan kemampuan masing-masing, kertas yang sudah diisi oleh siswa ditukarkan teman dan disuruh untuk mengisi hal yang sama.
c. Guru mengajak dialog dengan siswa dengan pertanyaan dan kemudian memberi masukan.
d. Guru membentuk kelompok untuk mensharingkan isi Kitab Suci (Mat 25:14-30)
e. Guru memberi masukan tentang isi Kitab Suci tersebut.

3. Kegiatan Akhir:
a. Siswa diajak menutup pelajaran dengan doa penutup.
b. Guru memberi tugas rumah: Wawancara

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VI. PENILAIAN:
Indikator Pencapaian Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
1. Dapat menyebutkan keunggulan yang menonjol dari segi fisik

2. Dapat menyebutkan kekurangan-kekurangan pada dirinya.
3. Dapat menyebutkan inspirasi yang dipetik dari perumpamaan Tuhan tentang talenta. 1. Tes tertulis





2. Tes tertulis




3. Tes tertulis 1. Tes Uraian





2. Tes Uraian




3.Tes Uraian 1. Sebutkan keunggulan-keunggulanmu yang menonjol dilihat dari segi fisik, potensi, dan karakter!


2. Sebutkan kekurangan-kekuranan yang ada padamu?



3. Inspirasi apa yang dapat kamu petik dari perumpamaan Tuhan tentang talenta?




Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013





































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/1
Pertemuan Ke : 2
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Memahami diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya, cita-cita dan panggilan hidupnya sehingga menerima diri sebagaimana adanya.

I. INDIKATOR:
1. Menyebutkan kelebihan dan kekurangannya dari segi jasmaniah, kemampuan dan sifat-sifatnya.
2. Menganalisis kelebihan dan kekurangannya.
3. Menerima diri apa adanya.
4. Memberi alas an perlunya mengembangkan talenta yang dimiliki sehingga berguna bagi sesame.
5. menjelaskan cara-cara mengembangkan talenta yang dimiliki.
6. melakukan usaha-usaha untuk mengembangkan talenta.

II. MATERI AJAR: Kelebihan Dan Kekurangan
1. Kelebihan dan Kekurangan

III. METODE PEMBELAJARAN: Diskusi, dialog dan informasi.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Mengamati keunggulan dan kekurangan dalam diri kita
b. Guru membagikan selembar kertas kepada siswa untuk mengisi sifat dan kemampuan masing-masing, kertas yang sudah diisi oleh siswa ditukarkan teman dan disuruh untuk mengisi hal yang sama.
c. Guru mengajak dialod dengan siswa dengan pertanyaan dan kemudian memberi masukan.
d. Guru membentuk kelompok untuk mensharingkan isi Kitab Suci (Mat 25:14-30)
e. Guru memberi masukan tentang isi Kitab Suci tersebut.

3. Kegiatan Akhir:
a. Siswa diajak menutup pelajaran dengan doa penutup.
b. Guru memberi tugas rumah: Wawancara

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VII. PENILAIAN:

Indikator Pencapaian Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
1. Dapat menyebutkan keunggulan-keunggulan yang menonjol dari segi fisik, potensi dan karakter.
2. Dapat menyebutkan kekurangan-kekurangan yang ada pada dirinya.
3. Dapat menjelaskan maksud perumpamaan Tuhan tentang talenta.

1. Tes tertulis







2. Tes tertulis





3. Tes tertulis







1. Tes Uraian







2. Tes Uraian





3.Tes Uraian




1. Sebutkan keunggulan-keunggulanmu yang menonjol dilihat dari segi fisik, potensi, dan karakter!




2. Sebutkan kekurangan-kekuranan yang ada padamu?




3. Inspirasi apa yang dapat kamu petik dari perumpamaan Tuhan tentang talenta? (Mat 25:14-30)




Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013

































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/1
Pertemuan Ke : 3
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Memahami dirinya sebagaimana mestinya yang diciptakan Allah menurut citraNya sehingga menyadari bahwa manusia adalah se-Allah Bapa Ibu.

I. INDIKATOR:
1. Menjelaskan arti dan makna ”Citra”;
2. Menjelaskan arti manusia diciptakan sebagai citra Allah (Kej 1:26-27).
3. Mengidentifikasi berbagai kemampuan manusia sebagai citra Allah.
4. Menjelaskan arti manusia diciptakan baik adanya;
5. Mengungkapkan kebaikan-kebaikan dirinya yang menggambarkan kebaikan Allah;
6. Bersikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain yang adalah sama-sama citra Allah.

II. MATERI AJAR:
Aku Diciptakan Sebagai Citra Allah
1. Kemampuan akal budi.
2. Kemampuan berkehendak bebas.
3. Kemampuan menguasai.

III. METODE PEMBELAJARAN: Diskusi, dialog dan informasi.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak para siswa untuk berdialog berkaitan dengan pengertian “Gambaran” dan “Citra”.
b. Guru mengajak siswa untuk membaca dan mendengarkan Kutipan teks Kitab Suci Kej 1:26-31;2: 4-7, tentang Kisah penciptaan.
c. Guru mengajak siswa berdiskusi tentang isi Kitab suci.
d. Siswa membuat kesimpulan dan diplenokan.
e. Guru memberi masukan untuk para siswa.
f. Siswa disuruh untuk menyusun doa dalam hubungan dengan pelajaran.

3. Kegiatan Akhir:
a. Siswa diajak menutup pelajaran dengan doa penutup.
b. Guru memberi tugas rumah: siswa diminta untuk merenungkan ucapan-ucapan St. Catarina dari Siena.

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VI. PENILAIAN:

Indikator Pencapaian Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Contoh Instrumen
Dapat menjelaskan arti dan makna citra.
Dapat menerangkan arti manusia diciptakan sebagai citra Allah.
Dapat mengidentifikasi berbagai kemampuan manusia sebagai citra Allah

1. Tes tertulis



2. Tes tertulis





3. Tes tertulis







1. Tes Uraian



2. Tes Uraian





3.Tes Uraian




1. Jelaskan arti dan makna ”Citra”!



2. Jelaskan arti manusia diciptakan sebagai citra Allah!




3. Coba identifikasikan kemampuan manusia sebagai citra Allah!





Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013


































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/1
Pertemuan Ke : 4
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Memahami dirinya sebagaimana mestinya yang diciptakan Allah menurut citraNya sehingga menyadari bahwa manusia adalah se-Allah Bapa Ibu.

I. INDIKATOR:
1. Menyebutkan contoh kasus diskriminatif/fanatisme.
2. Menyebutkan sebab akibat dari diskriminatif dan fanatisme.
3. Menjelaskan arti Kej 1: 26-27 dalam kaitannya dengan manusia diciptakan sebagai satu saudara yang semartabat.
4. Menjelaskan usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menghilangkan diskriminatif dan fanatisme.

II. MATERI AJAR:
Sebagai Citra Allah Aku dan Sesamaku adalah Saudara
Sikap Diskriminasi.
fakta diskriminatif dan fanatisme ras, agama beserta sebab akibatnya.
Manusia adalah satu saudara yang semartabat.
Usaha-usaha menghilangkan sikap diskriminasi.

III. METODE PEMBELAJARAN: Diskusi, dialog dan informasi.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk membaca dan mendengarkan cuplikan kisah “Kerinduan Masyarakat Ambon” dari Majalah Mingguan Hidup 5 Mei 2002 (dibuku siswa).
b. Guru mengajak sharing tentang isi cerita tersebut.
c. Guru berdialog dengan siswa mengenai sebab-sebab tindakan diskriminasi dan fanatisme.
d. Guru memberi masukan secara dialogis.
e. Guru mengajak siswa untuk mencari alas an mengapa kita harus bersikap toleran kepada sesama yang beragama dan suku lain.
f. Masukan dari guru.

3. Kegiatan Akhir:
a. Siswa diajak menutup pelajaran dengan doa penutup(oleh salah satu siswa)

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VI. PENILAIAN: Tertulis, bentuk soal uraian.

a. Pertanyaan tertulis:
1. Sebutkan contoh-contoh kasus diskriminatif yang terjadi di dalam masyarakat!
2. Sebutkan kasus-kasus fanatisme yang terjadi di lingkunganmu!
3. Bagaimanakah Kitab Suci khususnya Kitab Kej 1:26-27 diartikan dalam kaitannya dengan sikap diskriminatif/fanatisme?
4. Sebutkan dan jelaskan contoh usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menghilangkan sikap diskriminatif/fanatisme!

b. Presentasi Kelompok
Presientasi kelompok dari tugas yang telah diberikan.




Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013





































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/1
Pertemuan Ke : 5 dan 6
Alokasi Waktu : 4 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Memahami jati diri pria dan wanita yang diciptakan Allah untuk saling melengkapi sebagai partner yang sederajat.

I. INDIKATOR:
1. Menganalisa sebab akibat ketidak setaraan antara pria dan wanita.
2. Mengartikan kodrat pria dan wanita berdasarkan Kejadian 2:18-23.
3. Menjelaskan usaha-usaha mewujudkan penghargaan martabat kaum wanita.
4. Menganalisa tugas pria dan wanita berdasarkan kodratnya.

II. MATERI AJAR:
1. Kepriaan dan kewanitaan.
2. Sebab akibat ketidaksetaraan pria dan wanita.
3. Arti kodrat pria dan wanita.
4. Usaha untuk mewujudkan penghargaan martabat pada kaum wanita.
5. Tugas pria dan wanita menurut kodratnya.

III. METODE PEMBELAJARAN: Diskusi, dialog dan informasi.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk berbincang-bincang masalah hakekat kepriaan dan kewanitaan.
b. Guru mengajak siswa untuk membaca dan mendengarkan cerita tentang pria dan wanita.
c. Siswa diajak dialog dan guru memberikan masukan tentang hakekat kepriaan dan kewanitaan.
d. Guru mengajak siswa untuk membaca dan mendengarkan kutipan Kitab Suci Kej 2: 18-23.
e. Guru memberikan penegasan tentang isi Kitab Suci dan memberi masukan tentang peranan dan tugas pria dan wanita..

3. Kegiatan Akhir:
a. Siswa diajak menutup pelajaran dengan doa penutup(oleh salah satu siswa)
b. Guru memberi tugas untuk siswa agar membuat karangan yang berjudul”Meningkatkan peranan kaum perempuan”.

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VI. PENILAIAN: Pertanyaan Tertulis

1. Jelaskan sebab akibat dari ketidaksetaraan antara pria dan wanita!
2. Bagaimanakah kodrat antara pria dan wanita berdasar Kej 2:18-23?
3. Jelaskan usaha-usaha mewujudkan penghargaan martabat kaum wanita1
4. Bagaimanakah tugas pria dan wanita berdasarkan kodratnya!




Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013











































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/1
Pertemuan Ke : 7 dan 8
Alokasi Waktu : 4 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Mengenal suara hatinya sehingga dapat bertindak secara benar dan tepat.

I. INDIKATOR:
1. Mensharingkan pengalaman dalam mengambil keputusan.
2. menafsirkan Kitab Suci Lukas 22:39-46.
3. Menjelaskan arti dan fungsi suara hati.
4. Meneladan Yesus Kristus.
5. Menjelaskan suara hati dapat keluri dan tumpul.
6. Menjelaskan usaha membina hati.

II. MATERI AJAR:
Suara hati.
1. Mengikuti atau melawan suara hati.
2. Pengalaman Yesus memutuskan pilihan (Luk 22:39-46)
3. Arti dan fungsi suara hati
4. membina Suara hati.
5. Usaha membina suara hati

III. METODE PEMBELAJARAN: Diskusi, dialog dan informasi.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk membaca dan mendengarkan cerita singkat tentang “Pergumulan Hati Nurani Seorang Gadis”
b. Berbincang-bincang tentang cerita tersebut dan siswa disuruh mengungkapakan pengalaman mereka tentang tindakan-tindakan yang telah diperbuat tetapi tidak sesuai dengan bisikan hati nuraninya.
c. Guru memberi masukan tentang arti dan makna hati nurani.
d. Guru berdialog dengan siswa tentang isi Kitab Suci (Roma 7:14-26) yang sudah dibaca dan guru memberi penugasan.
e. Guru memberi masukan kepada siswa tentang usaha-usaha membina suara hati.

3. Kegiatan Akhir:
a. Siswa diajak menutup pelajaran dengan doa penutup(oleh salah satu siswa)
b. Guru memberi tugas untuk siswa agar membuat karangan yang berjudul”Meningkatkan peranan kaum perempuan”.

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VI. PENILAIAN:

1. Pertanyaan tertulis uraian:
Jelaskan arti dan fungsi suara hati!
Bagaimanakah cara kerja hati nurani itu?
Mengapa suara hati dapat keliru dan tumpul. Jelaskan!
Bagaimanakah usaha-usaha untuk membina suara hati itu?.

2. Tugas kelompok




Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013




































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/1
Pertemuan Ke : 9
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Bersikap kritis terhadap pengaruh masmedia, kelompok tertentu dan sebagainya sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan benar yang dapat dipertanggungjawabkan.

I. INDIKATOR:
1. Menjelaskan pengertian dan sebab akibat konsumerisme, materialisme dan hedonisme.
2. Mengartikan kisah Yesus dicobai dalam Lukas 4:1-13.
3. Menjelaskan usaha untuk menyeleksi pengaruh konsumerisme, materialisme dan hedonisme.

II. MATERI AJAR:
Sikap Kritis terhadap Media Masa:
1. Pengertian dan sebab akibat konsumerisme, materialisme dan hedonisme.
2. Kisah Yesus dicobai dan maknanya bagi siswa.
3. Usaha untuk menyeleksi pengaruh konsumerisme, materialisme dan hedonisme.

III. METODE PEMBELAJARAN: Bercerita, Diskusi, Dialog dan Informasi.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk membaca dan mendengarkan kutipan karangan tentang “Pengaruh Media”
b. Guru mengajak berdialog tentang isi cerita tersebut dan memberi masukan tentang media dan pengaruhnya.
c. Guru mengajak siswa untuk membaca Kitab Suci Markus 2:23-28, berdialog dan memberi masukan.
d. Guru mengajak siswa untuk mencatat upaya-upaya membina sikap kritis didalam dirinya dan siswa diajak bertukar catatan dan mendiskusikan.

3. Kegiatan Akhir:
a. Siswa diajak menutup pelajaran dengan doa penutup(oleh salah satu siswa)

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VI. PENILAIAN: Ulangan harian

3. Tertulis /Uraian.
a. Jelaskan pengertian dan sebab akibat konsumerisme, materialisme dan hedonisme.!
b. Jelaskan arti atau makna Kisah Yesus dicobai dalam Luk 4:1-13!
c. Jelaskan usaha untuk menyeleksi pengaruh konsumerisme, materialisme dan hedonisme!

4. Tugas kelompok







Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013



































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMA Negeri 11 Semarang
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik
Kelas / Semester : X/1
Pertemuan Ke : 10
Alokasi Waktu : 4 X 45 Menit
Standar Kompetensi : Memahami nilai-nilai keteladanan Kristus sebagai landasan mengembangkan diri sebagai perempuan atau laki-laki yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan sehingga dapat berelasi dengan sesama secara lebih baik.
Kompetensi Dasar : Bersikap kritis terhadap pengaruh masmedia, kelompok tertentu dan sebagainya sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan benar yang dapat dipertanggungjawabkan.

I. INDIKATOR:
1. Mensharingkan pengalaman tanggapannya pada waktu menerima tawaran tertentu.
2. Menganalisa sikap Yesus dalam menentukan pilihan terhadap tawaran yang ada pada saat itu

II. MATERI AJAR:
Sikap Kristis Terhadap Ideologi, Aliran dan Tren-Tren yang Berkembang:
1. Sikap Yesus menentukan pilihan terhadap tawaran pada jaman Yesus.

III. METODE PEMBELAJARAN: Bercerita, Diskusi, Dialog dan Informasi.

IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN:
1. Kegiatan Awal:
a. Guru mengajak siswa mengawali pelajaran dengan berdoa.
b. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dibahas.

2. Kegiatan Inti:
a. Guru mengajak siswa untuk membaca dan mendengarkan cerita mistik tentang Ideologi.
b. Guru mengajak siswa untuk mendalami isi dan pesan cerita tersebut.
c. Masukan dari guru tentang pengertian dan macam-macam Ideologi, Aliran dan Sekte-Sekte Agama.
d. Guru mengajak siswa untuk menganalisis tren-tren dan isu yang muncul pada saat ini.
e. Siswa berdiskusi tentang :
1) Sikap Yesus yang kritis terhadap aliran dan kelompok Farisi dan Saduki.(Mat 22:23-33; Mat 23:1-36)
2) Sikap Yesus yang kritis terhadap berbagai tawaran keduniaan dalam Luk 4:1-13.
f. Guru memberi masukan kepada siswa tentang isi dan pesan dalam bacaan tersebut.

3. Kegiatan Akhir:
a. Siswa diajak menutup pelajaran dengan doa penutup(oleh salah satu siswa)

V. BAHAN / SUMBER: Buku Perutusan Murid-Murid Yesus, Kitab Suci, Pengalaman hidup siswa atau guru.

VI. PENILAIAN: Ulangan harian

Semarang, Juli 2010
Mengetahui Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Semarang Guru Agama Katolik



Dra. Hj SRI NURWATI, M.Pd Hartanto Yonarius . S Ag NIP. 19530116 1979303 2 004 NIP. 19620919 198903 1 013