BERBAGI KOMPETENSI CERDASKAN BANGSA

Kamis, 06 Januari 2011

SAKIT BUKAN SUATU KUTUKKAN

Aku berserah diri dalam pangkuanMu dengan beradorasi setiap engkau memanggiku , dan aku berusaha untuk sampai di pentahtaan Sakramen maha Kudus di Gua Kerep Ambarawa . Hujan bukan halangan , malam bukan rintangan aku tetap berteluh dihadapanMU , tuk berserah diri bersama Bunda Maria dan Yesus Kristus aku bertelut . Kerasakan pendampinganmu walau kadang terasa sakit , aku tak peduli asal Engkau bersamaku .
Tanggal 17 Oktober 2010 dua hari menjelang ulang perkawinanku yang 19 tahun peristiwa yang seakan meruntuhkan hidupku perdamping hidupku Maria Helena Sri Rusmini jam sebelas malam terserang stroke , seakan aku tak percaya ini terjadi karena aku bersamanya kemanapun , hilir mudik Pucang gading - Demak menuju Goa Maria kerep Ambarawa siang atau malam kami terjang tuk menghadapMu untuk berserah diri dan berharap rahmatMu berlimpah dengan suka ria dan dapat menyelesaikan berbagai masalah namun kini ia harus menderita opname di rumah sakit Dr Kariadi Semarang selama 16 hari dibawah pengawasan prof dr Amin dan perawat yang tek henti hentinya memberi semangat , kami terhibur karena banyak teman dari para orang tua murid SD St Yusup kenalan dan sahabat nongkrong dihalaman SD St Yusup , Guru - guru Tk St Yusup , teman sejawat si SMP N 4 Semarang , teman sejawat di SMA 11 Semarang , sanak saudaraku dari keluarga besarku , teman MGMP SMP dan tak dapat kusebutkan satu bersatu aku sampaikan terima kasih perhatianmu telah menolong kepercayaanku pada Allah Bapa , dan aku pikir pasti ada sesuatu yang indah dibalik peristiwa hidup yang kami alami .
Sakitnya istriku membuat aku berperan ganda untuk sementara untuk menyiapkan sesuatunya agar roda kehidupan tetap terjadi seperti biasanya dari menyiapkan makan - memandikan anak ragil dan istri yang sementara tergantung pada orang lain atau tak dapat mandiri karena badan di sebelah kanan kurang dapat difungsikan . Aku bersyukur karena anak anak mengerti situasi keluarga hingga mereka membantu sebiasanya dengan caranya sendiri , bagiku itu sudah cukup . Tentu hal ini membuat aku memakin terkurangi beban yang mesti kulakukan , karena kami saling dapat saling melayani membuat kami bahagia sebagai ucapan syukur kami hari minggu misa berangkat bersama dengan istri harus dengan alat bantu kursi roda dan naik taksi sebagai sarana transpotasinya .Mesti biaya tinggi kami bahagia dapat memuji dan memuliakan Tuhan bersama keluarga dan ini membuat istriku semakin dapat berserah diri pada Nya .
Penderitaan yang boleh kami alami tentu tidak sebanding dengan anugerah yang aku nikmati setiap hari banyak anugerah dan kenikmatan yang boleh aku rasakan dalam keluargaku , paling tidak pendampingan Allah Bapa memberi kami kesempatan untuk merawat dan mendampingi anak - anak hingga saat ini , dengan makan bersama dengan doa yang dipimpin anak ku yang paling kecil Rama buana walaupun dengan lauk yang sederhana , memuji dan memuliakan Tuhan setiap hari itu merupakan tanggapanku sebagai ucapan terima kasihku .
Aku diperhatikan hidupku dengan penuh kasih tanpa aku meminta setiap saat Ia menyapa dengan caraNya yang kadang tak dapat aku mengerti , ada ada saja yang dibuatnya padaku tak pernah lelah dan berhenti satu detikpun karena Allahku setia dan selalu peduli , hanya kadang aku tak mengerti dengan caranya Ia memelihara hidupku dan Ia memang luar biasa tiada keluh membimbing umatnya yang penuh dosa dan keluh tetapi dipeliharanya dengan kasih sayang tiada henti . Tuhanku memang luar biasa.
Kini telah aku jalan selama 2 bulan satu minggu , istriku dengan terapi rutin tusuk jarum 3 kali seminggu , pijat refleksi dan prana yang aku lakukan serta tak lupa dengan makanan tambahan yang cukup bergizi membuat ia sekarang dapat berjalan kembali dengan bantuan penyangga , Ya puji Tuhan setidak tidaknya membuat ia semakin bersemangat dan membangkitkan semangat hidupnya bahwa ia masih dibutuhkan di keluarga dan masyarakat sekitar , terima kasih Tuhan karena karya mu membuat kami semakin sadar bahwa Engkau adalah AndalanKu dan sakit bukan suatu kutukkan melainkan suaru rahmat yang perlu dimaknai mesteri yang terkandu didalamnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar