BERBAGI KOMPETENSI CERDASKAN BANGSA

Jumat, 02 April 2010

NATAL 2008 DAN TAHUN PEMUDA 2009

NATAL 2008 DAN TAHUN PEMUDA 2009

Tahun 2009 adalah tahun untuk kaum muda, artinya kaum muda mejadi sorotan utama untuk dapat berperan aktif dalam membangun masyarakat mulai dari diri sendiri , keluarga , masyarakat lingkungannya , dan masyarakat yang lebih luas lagi , bukan hanya bidang secara fisik tetapi juga non fisik , mereka bukan lagi objek dalam suatu kegiatan melainkan sebagai subjek , maka kaum muda haruslah diarahan pada pemikiran yang positif untuk dapat membangun diri sendiri juga lingkungannya dimana mereka berada .

Pada pertenganan bulan Agustus 2005 para pemuda dari berbagai Negara berkumpul di Koln dan kota – kota lainnya di Jerman untuk merayakan Tahun Pemuda se dunia yang telah dicanangkan oleh Bapa Suci Paus Paulus II dan kini tahun 2009 merupakan kelanjutan Tahun Muda sebelumnya artinya peranan kaum muda harus semakin digalakkan seturut perkembangan dunia bahwa kaum muda harus diikutsertakan dalam pembangunan dunia dalam segala dimensi kehidupan kaum muda haluslah mampu sebagi motor perkembangan dunia ini , tentu dalam keikutsertaannya kaum muda dalam membangun diania ini orang tua harus rela secara bertahap menyerahkan tanggungjawab pada mereka dan memdampingi mereka dalam menjalankan roda tanggungjawab yang mereka pikul sehingga yang mereka lakukan selaras dengan kehendak kaum pendahulunya .

Bapa Suci Benedictus XVI dalam pesannya menyongsong Hari Orang Muda se Dunia ke XXIII di Sydney , tanggal 14 -20 Juli 2008 menyataan bahwa “ Roh Yesus pada masa ini , sedang mengundang kaum muda untuk menjadi pewarta kabar gembira “, tentu banyak tantangan yang mereka dihadapi antara lain masih kurangnya kepercayaan kaum tua pada kaum muda . Hal ini terlihat pandangan kaum tua yang melihat gerakan muda yang berbeda dangan kaum tua yaitu kaum muda sering kali melakukan petualangan untuk memcari sesuatu yang baru dan berbeda , berkeinginan mengadakan perubahan dengan cepat , sedangkan kaum tua yang cenderung diam ditempat dan mempertahankan keadaan yang sudah ada pun demikian jika mengadakan perubahan cukup berhati – hati , maka tindakan kaum muda serimg kali dianggap terlalu emosional , pada hal perubahan zaman ini bergitu cepat dan tak kenal kompromi seturut zaman globalisasi oleh karena perbedaan pandangan kaum muda dan kaum tua perlu diselaraskan sehingg tidak menjadi gejolak dalam kebersamaan dalam membangun dunia ini .

Pada Tema Adven 2008 Keuskupan Agung semarang “ Bersama Kaum Muda Terlibat Dalam Pengembangan Umat “ hal ini merupakan perwujudan pelaksanaan ARDAS KAS 2006 – 2010 yang pada Nota Pastoral berfokus bahwa tahun 2009 adalah kaum muda dengan harapan orang tua semakin menyadari perannya dalam mendampingi iman kaum muda dan berupaya melibatkan kaum muda dalam hidup mengereja , memberikan dukungan moril dan aneka upaya pemberdayaan kaum muda secara serius agar kaum muda dapat tumbuh dan berkembang dalam iman dan kedewasaan pribadi .

Natal tahun 2008 mengambil Tema “ Hidupnya dalam Perdamaian dengan semua orang “ Roma 12 : 18 . Dari tema tersebut nampaknya perseteruan kaum muda dengan kaum tua haruslah disikapi dengan kepala dingin yaitu dengan hidup berdampingan dengan memimpin bersama membangun dunia , hal ini ditunjukkan Barack Obama presiden terpilih memakili kaum muda dan pendampingnya Joe Biden mewalili kaum tua , hal ini kelihatannya akan terjadi pada jajaran anggota DPR kita banyak bermunculan politisi – politis muda yang mecalonkan diri sebagai anggota legeslatif dari berbagai partai dan mungkin juga calon presiden kita Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta . Hal ini tanda baik , namun mereka haruslah sampai padatujuan utama yaitu perwujudan perdamaian dan kesejahteraan semua orang . Hal ini adalah tantangan yanga berat karena situasi dunia yang sedang dilanda krisis ekonomi global , namun kita optimis dengan gerakan kaum muda yang gesit dan control kaum tuan yang bijaksana kita berharap krisis dunia dan regional pada karya , pemikiran mereka kita percayakan pada bimbingan Tuhan .

Natal bagi sebagian orang adalah perayaan besar . Kesempatan untuk bersuka ria ,berpesta , makan enak , berpakaian bagus bahkan berhura – hura menghabiskan dana yang telah dikumpulkan dengan susah payah . Dan sebagian lagi Natal adalah berlalu bergitu saja tidak ada istmewanya , biasa saja , seperti hari – hari yang lalu . Bekerja keras untuk mendapatkan sesuap nasi bagi istri dan anaknya , untuk menyambung hidup . Untuk golongan yang kedua ini Natal adalah hari yang menyiksa karena ia harus bejuang untuk hidup sehari – hari dengan susah payah membanting tulang tanpa kenal lelah dan sementara ia dipaksa menyaksikan gemerlapan cahaya dengan bergelimang dalam kemewahan yang berlimpah , bersendang gurau dengan keluarga dari mereka berkecukupan hidupnya .

Pemandangan yang berbeda antara sedih dan gembira , suka dan duka , syukur dan prihatin mewarnai Natal yang diperingati umat kristiani ini . Kisah kelahiran yang diceritakan Lukas 2 : 1-14 terdapat perbedaan yang menyolok . Siapa yang tidak sedih menyaksikan kelahiran putra tercinta dalam suasana yang serba terbatas ? Siapa yang tidak prihatin menyajikan tempat dan pakaian yang seadanya bagi Bayi yang istimewa . Sementara banyak orang menyambut kelahiran Bayi mungil yang dibungkus dengan kain lampin dan terbaring dalam palungan itu dengan bengis dan kejam seperti yang ditunjukkan oleh penguasa di Yerusalem . Herodes Agung menyuruh pasukannya membunuh anak – anak dibawah dua tahun di wilayah Betlehem dan sekitarnya ( Mat 2 : 16 )

Di tengah suasana yang tidak menguntungkan itu ada perasaan bangga , senang karena Allah memilihnya sebagai orangtua Si Bayi dambaan umat manusia . Bahagia karena dapat menyambut kedatangan Sang juruselamat yang dijanjikan yaitu Kristus, Tuhan , sehingga orang -orang miskin , berdesakan berbondong-bodong datang ke pondokkan Maria dan Yusuf sangat sederhana , Suasana kesukaan yang mereka alami tentu tidak berhenti dalam dirinya , melainkan mereka beritakan pada ribuan bahkan jutaan manusia yang berkenan kepada Allah , mereka mencoba menghayati dan menerapkannya dalam hidup dengan perasaan syukur dan terima kasih yang tak terhingga walaupun penuh perlawanan , yang penting baginya adalah mereka telah menemukan harapan akan masa depannya , masa depan yang tak ternilai yaitu perjumpaan dengan Sang illahi.

Allah yang hadir ditengah – tengah dunia ini , bukan hal yang mudah ditangkap , di satu pihak manusia mengakui sifat dan hakekat Allah yang tak terhingga . Namun di pihak lain banyak manusia menyaksikan dan merasakan serta mengalami kasih Allah dalam citra seorang Anak Manusia , dan untuk dapat menerima dan mengamininya membutuhkan usaha dan perjuangan yang tak mudah yaitu hanya dalam bantuan rahmat-Nya semata , sehingga manusia dapat sampai pada-Nya .

Natal dapat hadir sewaktu – waktu yang memberikan kesempatan pada segenap umat manusia Kristiani untuk semakin memantapkan dan meneguhkan iman kepercayaan mereka akan kasih Allah , dan atas kebesaran kasihnya pada manusia semakin tumbuh dan berkembang harapannya , bukan hanya dalam perasaan , emosi yang dangkal dan mudah tergoncangkan dalam suasana hidup yang semakin menjepitnya , melainkan mampu mensyukuri hidupnya dengan mewujudkan dan menyatakan hidupnya dalam diri Yesus Kristus yang selalu hadir dan berkarya di dunia ini , diperingati dan dirayakan .

Kehadiran Yesus Kristus hendaknya sampai pada diri sendiri secara pribadi , keluarga dan kelompok pada setiap saat , dari generasi ke generasi , dan kaum muda menjadi ujung tombak , seturut dengan kebutuhan dalam arahan dan pemdampingan kaum tua dengan berbagi kasih , harapan dan iman menyerahkan tongkat estafet kabar gembira dalam pengembangan umat beriman . Dalam keluarga peringatan Natal menjadikan cermin kehadiran Yesus Kristus ditengah – tengah masyarakat , yang mampu memberi suluh bagi setiap orang dimana mereka berada .

Aksi Natal terarah pada kepedulian kasih pada mereka yang kurang beruntung , para lansia , penghuni panti asuhan dengan berbagi rejeki dan berbagi kegembiraan secara pribadi atau kelompok . Bukan hanya sekedar formalitas , basa – basi , sepantasnya , melainkan sungguh – sungguh wujud perhatian yang mendalam dan berkelanjutan dalam kasih sehingga kasih Yesus dapat mereka rasakan dengan kehadiran kita .

Pada akhirnya semoga 2009 sebagai tahun pemuda menjadi titik terang kebangkitan Nasional menuju perubahan perdamaian dengan mewujudkan kesejahteraan hidup semua orang dan dibarengi ketaatan dan ketaqwaan pada Tuhan yang membimbing karya – karya kita .

Data Penulis

Nama : Hartanto Yonarius S.Ag

NIP : 131865402

Unit Kerja : SMP Negeri 4 Semarang

Guru Agama Katolik

Alamat : Jl Tambak Dalam I Semarang

Semarang , Januari 2009

Mengetahi Penanggungjawab Perpustakaan

Kepala SMP 4 Semarang SMP 4 Semarang

Dra Erna K Rahayu , MM Heri Eko Yulianto

NIP 131415202

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar